Ned. Indie 1800-1850

Periode  IV.   Nederlandse Indie 1800-1850

Peralihan dari VOC ke Kerajaan Belanda, Perancis, Inggris dan kembali ke Belanda

1800

 

ý  VOC resmi dibubarkan pada 1 Januari; hak miliknya dialihkan kepada pemerintah Belanda.

ý  Belanda dikuasai Perancis. Wilayah-wilayah yang dimiliki Belanda menjadi milik Perancis.

þ    Sultan Kraton Kanoman di Cirebon dibuang ke Ambon oleh pemerintah Belanda.

1800

 

1801

< Johannes Sieberg  – Governor General (1801-1805)

þ     Britania menguasai wilayah Minahasa, hingga 1816.

 

1802

þ       Perjanjian perdamaian di Amiens, semua daerah jajahan Belanda dikembalikan, termasuk  Malaka dan Maluku.

þ       Belanda mulai mengirim tambahan militer ke Jawa.

1802

1803

ý     Perang dengan Britania pecah kembali

ý     Pemerintah Belanda (Republik Batavia) mengeluarkan keputusan kolonial yang menjadikan pemerintah Hindia Belanda bertanggung jawab kepada pemerintah Belanda (berbeda dengan VOC).

þ     Britania menyerahkan Ambon kepada Belanda. 

þ     Tiga orang haji dari Minangkabau kembali setelah perjalanan naik haji ke Mekkah, dan bertemu dengan penganjur-penganjur gerakan Wahabi yang mulai menguat di Arabia dan menguasai Mekkah. Ketiga peziarah ini disebut “Padri” sesuai dengan pelabuhan Pedir (atau Pidie) di Aceh, tempat keberangkatan orang-orang yang naik haji. Gerakan Padri mulai berkembang di daerah Minangkabau, mengembangkan ajaran Islam yang lebih ortodoks yang melawan praktik-praktik tradisional setempat.

þ     Mahmud Badaruddin II menjadi Sultan Palembang-Darussalam menggantikan ayahnya Sultan Muhamad Bahauddin.

1803

1805

< Albert H. Wiese  – Governor General Nederlanse Indie (1805-1808)

Pangeran Diponegoro memulai dakwah Islam.

1805

1806

ý     Departemen Urusan Koloni didirikan di Belanda.

ý     “Republik Batavia” di Belanda, di bawah kekuasaan Prancis, diubah menjadi “Kerajaan Belanda”, dengan Louis, saudara laki-laki Napoleon, sebagai rajanya.

þ     Angkatan Laut Britania bertempur dengan tentara-tentara Prancis dan Belanda di lepas pantai Jawa.

þ     Britania merebut Bangka. 

1806

1807

ý       Britania kembali menguasai Malaka.

ý       Pemerintahan Belanda yang dikuasai Perancis menunjuk Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

þ     Pemberontakan melawan Britania di Minahasa. 

1807

1 Januari,  Daendels tiba di Batavia.

Ia memindahkan tempat kediaman resminya ke Buitenzorg (kini dinamai Bogor).  Daendels memerintah dengan menjalankan prinsip-prinsip pembaharuan dengan metode-metode kediktatoran ke Jawa.  Daendels berusaha memberantas ketidakefisienan, korupsi, penyelewengan-penyelewengan dalam administrasi Eropa. Akibat rasa tidak suka dari naluri-naluri anti feodal, Daendels menganggap penguasa Jawa sebagai pegawai administrasi Eropa. Para bupati dan penguasa setempat dijadikan pegawai pemerintah Belanda.  Sehingga dimulailah suatu masa konflik yang sangat panjang.

þ     Daendels menguasai Lampung.

þ     Pakubuwono IV mengadakan hubungan damai dengan Daendels; Hamengkubuwono II menentangnya.

þ     Mangkunegara II membentuk “Legiun Mangkunegaran” dengan pendanaan Belanda.

þ      Daendels membebaskan Sultan Cirebon yang dibuang sebelumnya, namun pemberontakan di daerah pedesaan sekitar Cirebon berlanjut.

1808

þ       Daendels memerintahkan serangkaian pekerjaan umum di sekitar Banten, termasuk pembangunan jalan-jalan raya dan sebuah pelabuhan baru, yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja setempat. Para pekerja itu memberontak karena beban pekerjaannya; Residen Belanda di Banten dibunuh. Daendels mengirimkan suatu pasukan militer untuk memadamkan pemberontakan dan menggantikan Sultan, yang dibuang ke Ambon.

ý     Britania memutuskan untuk melepaskan Malaka; Stamford Raffles, yang saat itu seorang pegawai kecil, menulis surat yang penting kepada India yang isinya mendesak agar keputusan itu diubah. Keputusan diubah, dan Britania tetap tinggal di Malaka.

Sulaiman menjadi Sultan Banjar.

1808

 

þ       Daendels membangun jalan pegunungan dari Batavia ke Cirebon (Jalan Raya Pos/Groote Postweg), memerintahkan memindahkan kota Bandung ke jalan tersebut (tempatnya sekarang). Pangeran Kornel, pemerintah setempat di Sumedang, menolak bekerja sama karena perlakuan yang buruk terhadap rakyat setempat.

þ       Daendels melepaskan kekuasaan Belanda di Banjarmasin demi mengkonsolidasikan kekuasaannya di Jawa.

1809

 

uu A. Hamengkubuwono III (1810-1814) – Sultan Mataram Yogyakarta

 

þ       Bulan Mei, Britania menyerang dan merebut kembali Ambon, Ternate and Tidore.

þ       Raden Rangga, ipar Sultan Hamengkubuwono II, memulai pemberontakan yang gagal melawan Belanda di Yogyakarta; Daendels bersama ribuan tentara berangkat ke Yogyakarta, memaksa Hamengkubuwono II mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Hamengkubuwono III.

þ       Napoleon menganeksasi Belanda untuk Perancis. Daendels mengibarkan bendera Perancis di Batavia.

þ       Raffles mengunjungi Lord Minto, Gubernur Jenderal Britania di India, di Kolkata (Kalkuta), mendesaknya agar mengusir Perancis dan Belanda dari Jawa, Lord Minto setuju.

1810

 

]   Januari, Daendels memaksakan perjanjian-perjanjian baru terhadap Yogyakarta dan Surakarta, isinya mencakup penghentian pembayaran uang sewa Belanda kepada kedua Sultan untuk wilayah-wilayah pantai utara.

]   Hamengkubuwono III menyerahkan Pangeran Natakusuma kepada Belanda, karena dicurigai terlibat dalam pemberontakan 1810.

]   Mei,  Daendels digantikan oleh ►Jan Willem Janssens. (Tak lama kemudian Daendels bekerja di bawah Napoleon dalam peperangannya yang gagal di Moskwa.)

]   3 Agustus pasukan-pasukan Britania dengan puluhan kapal berlabuh di Jawa.

]   Para pangeran Banten, yang masih dilanda pemberontakan karena beban pekerjaan umum yang diperintahkan Daendels, menangkap dan memenjarakan Sultan Banten dan bekerja sama dengan Britania.

]    26 Agustus Perang Jawa Britania-Belanda dimulai. Britania di bawah Lord Minto merebut Batavia. Belanda, yang menderita kekalahan yang hebat, mengundurkan diri ke Semarang. Jansen mundur ke daerah Semarang.

]   18 September, Pemerintahan Belanda dibawah Jansen menyerah kepada Britania di Salatiga.

1811

 

Thomas Stamford Raffles sebagai wakil kerajaan Britania, diangkat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Jawa. Dia berusaha menunjukkan perhatiannya terhadap kesejahteraan penduduk asli sebagai tanggung jawab pemerintah. Selain itu tindakan kebijaksanaan Raffles yang terkenal di Indonesia adalah memasukkan sistem landrente (pajak tanah) yang selanjutnya meletakkan dasar begi perkembangan perekonomian, Raffles juga mengenalkan sistem uang dan penekanan desa sebagai pusat administrasi.

]   Bagus Rangin ditangkap oleh Britania; pemberontakan di sekitar Cirebon mereda.

]   Penduduk Belanda di Palembang dan sekitarnya dibunuh, diduga karena perintah Sultan Mahmud Badaruddin II; Britania memerintahkan Badruddin digulingkan dan digantikan oleh saudara lelakinya, Husin Diauddin.

]   Hamengkubuwono II merebut kembali gelarnya di Yogyakarta.

]   Desember Raffles mengunjungi Kraton Yogyakarta sehingga membangkitkan sikap bermusuhan.

]   Pakubuwono IV mengirimkan surat-surat rahasia ke Yogyakarta yang menawarkan bantuan kepada Britania, namun juga mengharapkan Yogyakarta akan dapat memperluas daerahnya; Britania mulai melakukan perundingan rahasia dengan Hamengkubuwono III; Natakusuma menawarkan bantuan kepada Britania.

1811

 

]   12 Januari Raffles mengeluarkan pengumuman untuk menata ulang dan memodernisasikan sistem pengadilan.

]   Juni, Britania dibantu prajurit Legiun Mangkunegara menembaki Yogyakarta dengan meriam, merebut, dan merampok kota itu. Pakubuwono IV dari Surakarta tidak banyak membantu. ] Hamengkubuwono II disingkirkan oleh Britania, dibuang ke Padang, dan digantikan kembali oleh Hamengkubuwono III.

]   Natakusuma menjadi Pangeran Pakualam I, mendirikan Dinasti Pakualaman.

]   Oktober Britania menandatangani perjanjian dengan Sultan Banjar.

]   Britania merebut Timor.

]   Britania menguasai Palembang, Britania mengangkat pangeran Adipati menjadi sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin II atau Husin Diauddin.

]   Britania menguasai Belitung sebagai ganti rugi untuk ”pembantaian” di Palembang pada tahun sebelumnya.

1812

]   Britania berdamai dengan Palembang, Mahmud Badaruddin II naik tahta kembali menjadi Sultan Palembang.

]   Raffles menghapuskan Kesultanan Banten; Sultan akan diberikan uang pensiun oleh pemerintah Britania.

1813

 

1813

] November, Pemberontakan di Belanda melawan Napoleon.

uu A. Hamengkubuwono IV (1814-1822) – Sultan Mataram, Yogyakarta

 

]   Juni,  Lord Minto, Gubernur Britania di India dan pelindung serta promotor Raffles meninggal dunia. Raffles dituduh korupsi, namun kemudian terbukti tidak bersalah.

]   21 Juni.  Perjanjian antara bangsa-bangsa yang berperang melawan Napoleon untuk mendirikan sebuah “Kerajaan Belanda” yang baru.

]   13 Agustus Britania setuju bahwa semua harta dan kekuasaannya di Hindia Belanda dikembalikan kepada Belanda.

]   Perang Britania dengan orang-orang Bali di Buleleng dan Karangasem karena perdagangan budak.

]   Bone menyerang kekuasaan Britania.

]   Orang-orang Britania ditempatkan di Banjarmasin dan Pontianak.

]   Hamengkubuwono IV berkuasa di Yogyakarta. ] Diponegoro (kakak laki-lakinya yang menolak naik takhta) ditunjuk sebagai wali dari Sultan yang baru berusia 13 tahun.

 

1814

 

1814

]   Ekspedisi Britania melaporkan penemuan Borobudur dan Prambanan ke Eropa untuk pertama kalinya. Raffles menulis The History of Java.

 

1815

Kongres Wina,

]   Diselenggarakan oleh negara pemenang perang melawan Napoleon, terdiri dari Austria, Prussia, Russia, and Britainia Raya ditambah Perancis (Dinasti Bourbon), Swedia dan Portugal. Kongres ini praktis menyusun kembali peta daratan Eropa.

]   Belanda tetap tetap terdiri dari United Provinces dan Belgium.

]   Pada Kongres Wina, diputuskan bahwa Britania harus mengembalikan Jawa dan kekuasaan Hindia-Belanda lainnya kepada Belanda. 

 

1815

]   Pemerintah Belanda membentuk aturan-aturan tentang pemerintahan Hindia Belanda. (Aturan-aturan ini kelak menjadi semacam konstitusi untuk Hindia Belanda, hingga 1942.)

 

 

]   Sebagian besar dari para bangsawan Minangkabau dibunuh oleh para pendukung Padri; kaum Padri mulai memperluas penyebaran Islam ke daerah-daerah Batak.

]   April-Juli, Gunung Tambora di Sumbawa meletus: 12.000 orang meninggal karena letusan itu sendiri, belakangan 50.000 meninggal karena kelaparan yang disebabkan letusan itu. Semburan debu vulkanik sejauh beribu-ribu kilometer keseluruh dunia menyebabkan perubahan iklim.

]   Mei, Raffles mengunjungi Borobudur.

]   Raffles memerintah langsung atas Cirebon, menyingkirkan kekuasaan para Sultan.

1815

1816

< John Fendall – Lieutenant Governor (British)

1816-1818

<  Commissaries General of King William I (Cornelis Elout, Buijskes & Van der Capellen)

]  Bone kembali menyerang Britania.

]  19 Agustus, Belanda kembali berkuasa di Batavia. Cornelis Elout melanjutkan kebijakan-kebijakan pembaruan Raffles. Penyerahan kekuasan dari Inggris (letnan Gubernur John Fendall) kepada Belanda (Komisaris Jenderal yang terdiri dari Tiga orang, yakni Cornelis Elout, Buijskes, Van der Capellen). Jawa dan pos-pos lainnya di Indonesia dikembalikan kepada pihak Belanda sebagai bagian dari penyusunan kembali secara menyeluruh urusan-urusan Eropa setelah perang-perang Napoleon.

]  Thomas Stamford Raffles meninggalkan Jawa kembali ke Inggris.

]  Belanda gagal dalam usahanya membujuk raja-raja Bali menerima kekuasaan Belanda.

1816

]  Wilayah Madura disatukan menjadi satu karesidenan.

]  Pattimura memimpin pemberontakan melawan Belanda yang kini kembali di Ambon; digantung pada bulan Desember.

]  8 Mei, Peresmian Kebun Raya Bogor.

1817

1818-1826

< G.A. Baron van der Capellen – G.G. Nederlanse Indie

 

]  Maret, Sir Thomas Stanford Raffles dikirim untuk memimpin benteng Britania di Bengkulu. Dari sana ia berusaha mendirikan kekuasaan Britania di Hindia.  Raffles mengirim pasukan kecil ke Lampung untuk membangun kekuasaan Britania di sana; Perusahaan Hindia Timur Britania di Kolkata memanggilnya kembali.

]  Raffles mengirim pasukan-pasukan ke Palembang untuk mencampuri perundingan antara Sultan dan Belanda. Mereka ditangkap dan dikirim ke Batavia. Para pejabat Britania sekali lagi memerintahkan Raffles untuk mengundurkan diri.

]  Cornelis Elout, Belanda mengakhiri perdagangan budak di Jawa.

]  Belanda kembali ke Melaka dan Pontianak.

1818

]  19 Januari, Raffles mendirikan Singapura, setelah membeli pulau itu dari Sultan Johore.

]  Belanda kembali ke Padang.

]  Raffles berusaha membangkitkan aksi anti-Belanda di Minangkabau.

]  Perang Menteng meletus di Palembang.

]  Pangeran Ratu menjadi Sultan Palembang dengan gelar Ahmad Najamuddin III menggantikan ayahnya Sultan Mahmud Badaruddin II.

u Ahmad Najamuddin III – Sultan Palembang

1820

 

 

 

u Pakubuwono V (1820-1823) – Susuhunan Mataram (Surakarta)

 

 

] Belanda mengirim ekspedisi ke Kepulauan Aru.

] Dibentuk Komisi untuk mengawasi gereja-gereja Protestan di Hindia Belanda.

1820

 

]  Para bangsawan Minangkabau yang tersisa menandatangani perjanjian yang menyerahkan Minangkabau kepada Belanda sebagai pembayaran untuk perlindungan terhadap kaum Padri.

]  “Perang Padri” meletus, hingga 1837.

]  Kolera muncul pertama kali di Jawa; panen padi gagal.

]  Britania menguasai Palembang. Sultan Badaruddin II dan keluarganya ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

u Prabu Anom menjadi Sultan Palembang dengan gelar Ahmad Najamuddin IV.

1821

uu Hamengkubuwono V (1822-1842) – Sultan Mataram, (Yogyakarta)

 

]  Hamengkubuwono IV meninggal, sementara menyebar desas-desus bahwa ia telah diracuni.

]  Belanda mengangkat Hamengkubuwono V. Diponegoro kecewa karena penanganan situasinya oleh para pejabat Belanda.

]  Gunung Merapi dekat Yogyakarta meletus.

1822

]  Pasukan-pasukan Belanda dikalahkan oleh kaum Padri di Lintau.

]  Gubernur Jenderal van der Capellen menghapuskan penyewaan tanah di Jawa Tengah.  Sewa-menyewa tanah dihapuskan dan mengembalikan uang muka yang telah dibayarkan penyewa Tionghoa dan Eropa kepada pemilik tanah. Hal ini menjadikan bengsawan kehilangan sumber pendapatannya sementara uang muka yang telah diterima sudah habis digunakan.

]  Kramo Jayo menjadi Sultan Palembang.

]  Raffles, dalam kondisi kesehatan yang buruk, kembali ke Inggris.

1823

u Pakubuwono VI (1823-1830) – Sultan Mataram, (Surakarta)

1823

]  17 Maret, Britania dan Belanda menandatangani Perjanjian London (Traktat London) dan membagi Nusantara di antara mereka sendiri. Belanda mengklaim Sumatra, Jawa, Maluku, Irian Jaya, dan lain-lain. Britania mengklaim Malaya dan Singapura, dan mempertahankan kepentingannya di Borneo Utara. Aceh diharapkan akan tetap independen.

]  Bone merebut wilayah-wilayah Belanda di Sulawesi selatan.

]  Hindia Belanda menghadapi krisis keuangan – Gubernur Jenderal van der Capellen menawarkan koloni ini kepada sebuah perusahaan swasta Britania, Palmer and Co., sebagai ganti pinjaman untuk meneruskan pemerintahan kolonial. (Pemerintah Belanda yang merasa dipermalukan oleh kejadian-kejadian ini, memberikan pinjaman besar kepada Hindia Belanda pada 1826 dan 1828).

]   Belanda membentuk pemerintahan langsung di Riau.

1824

]  29 Maret, NHM – Nederlandsche Handel Maatschappij (Perusahaan Dagang Belanda) dibentuk. Komoditi-komoditi ekspor seperti kopi, gula, nila yang dihasilkan masyarakat dikapalkan ke Eropa oleh perusahaan ini.

]  Belanda mengalahkan Bone

]  Para pejuang Padri merebut daerah Tapanuli selatan. Raja Sisingamangaraja X dari Batak terbunuh dalam peperangan melawan kaum Padri.

]  Belanda menuntut para calon haji yang ingin naik haji untuk memperoleh paspor dan membajar pajak sebesar 110 gulden.

]  Mei, Diponegoro dan para penguasa istana bentrok karena pertikaian menyangkut jalan yang baru yang akan dibangun di dekat Tegalreja yang melewati makam dan tanah leluhur.

]   Juli, Belanda mengirim pasukan-pasukannya untuk menangkap Diponegoro, yang mengumumkan pemberontakan. Tegalreja direbut dan dibakar, Diponegoro berhasil melarikan diri. Inilah awal dari “Perang Diponegoro”, yang berlangsung hingga 1830. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.

]  Garis suksesi di Palembang berakhir. Belanda membentuk pemerintahan langsung.

]  Belanda mengeluarkan perintah untuk menangkap Raden Intan di Lampung. Raden Intan meninggal dan digantikan oleh Raden Imba Kusuma.

u Adam al-Wasi’ Billah menjadi Sultan Banjar.

1825

]  Perang gerilya merebak di seluruh Jawa Tengah dan Timur.

]  Bibit teh dibawa dari Jepang dan ditanam di Kebun Raya Bogor, NHM berusaha keras mencari tanaman-tanaman industri yang sesuai dikembangkan untuk Jawa dan Sumatera. J. Jacobsen, ahli teh yang telah belajar di Cina selama 6 tahun berhasil mengembangkan tanaman teh di Jawa dengan bibit dari Cina. 50 tahun kemudian ternyata bibit teh dari Assam, India lebih cocok dengan iklim Jawa dan Sumatera. Pembukaan perkebunan teh merupakan pada awalnya lebih merupakan usaha berisiko tinggi yang memerlukan ketabahan dan modal.

]  Agustus Belanda membebaskan Hamengkubuwono II dari pembuangan di Ambon.

]  Oktober, pasukan Diponegoro dikalahkan di Gowok, dekat Surakarta.

1826

1826-1830

<  LPJ Viscount Du Bus de Ghisignies, seorang bangsawan Belgia – Commissary General

 

Belanda menata ulang pasukan-pasukannya dalam Perang Diponegoro, mengganti dengan taktik-taktik yang lebih fleksibel, mengadakan serangan-serangan terhadap para pasukan gerilya.

1827

]  Madura menjadi satu keresidenan dengan Surabaya.

]  Belanda mendirikan benteng Fort du Bus di Papua.

]  November Kyai Maja, penasihat rohani Diponegoro, ditangkap Belanda

1828

]  September Pangeran Mangkubumi (paman dari Diponegoro) menyerah. Ia diizinkan kembali ke istananya.

]  Oktober, Panglima Sentot Alibasyah menyerah. Belanda mengangkatnya menjadi Letnan kolonel.

1829

1830-1833

< J. Count van den Bosch – Governor General N.I.

 

u Pakubuwono VII (1830-1858) – Sultan Mataram, (Surakarta)

1830

]  Maret, Diponegoro setuju mengadakan perundingan Magelang, ditangkap dan dibuang ke Manado, lalu ke Makassar (hingga meninggal tahun 1855).

]  Pakubuwono VI, dicurigai oleh Belanda, dibuang ke Ambon (hingga 1849), diganti dengan Pakubuwono VII.

]  Johannes van den Bosch, mulai menerapkan cultuur stelsel atau “tanam paksa”. Setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya (20%)untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan.

]  Tanaman indigo (nila) diperkenalkan di Priangan.

]  Kapal uap pertama tiba di Hindia Belanda.

]  Nederlands Zendelinggenootschap (NZG – Perhimpunan Zending Belanda) mulai menawarkan pendidikan kepada anak-anak pribumi.

]  4 Desember, Van den Bosch secara resmi mengorganisasi pasukan Belanda dari Perang Jawa menjadi Oost-Indische Leger, atau “Tentara Hindia Timur” (belakangan dikenal sebagai KNIL).

1830

]  Pemerintah Hindia Belanda berhasil membuat anggaran berimbang.

]  Belanda memerangi kaum Padri di Sumatra dan mencapai wilayah Bonjol.

]  Kapal perang AS menembaki desa-desa pantai di Aceh dengan alasan mengatasi perompakan.

1831

]  Belanda menggulingkan Sultan Jailolo dan menguasai Halmahera.

1832

1833-1836

< J. C. Baud – Governor General N.I.

 

]  Januari, desa-desa Minangkabau di sekitar Bonjol bangkit dalam pemberontakan rakyat; pasukan-pasukan Belanda di daerah itu dibantai. Perang Padri memanas; Belanda memblokir daerah pantai. Sentot berperang di pihak Belanda, namun kemungkinan di dalam hatinya ia tidak memihak Belanda.

]  Belanda menempatkan Sentot di bawah pengawasan di Bengkulu (hingga 1855).

1833

]  Belanda memaksa Sultan Muhammad Fahruddin dari Jambi mengakui kekuasaan Belanda.

]  Portugis mengusir para pastor Dominikan dari Timor Timur.

1834

1836-1840

< D. J. De Eerens – Governor General N.I.

 

]  Bonjol di Minangkabau, pusat perlawanan Padri jatuh ke tangan Belanda. Tuanku Imam Bonjol menyerah dan dikirim ke pembuangan di Menado.

1837

]  Pemerintahan langsung Belanda atas Minangkabau menerapkan hukum adat dan para pemuka adat tampaknya pro-Belanda, sementara para pemimpin Islam anti-Belanda.

]  Ekspedisi Belanda menguasai Flores.

]  Bone memperbarui Perjanjian Bungaya; peperangan melawan Belanda mereda.

]  Belanda membuat pos tentara di Nias.

]  Sulaiman mewarisi takhta Aceh, tetapi Tuanku Ibrahim memerintah sebagai wali, dan berkuasa di Aceh hingga 1870.

]  Kerajaan Mataram di Lombok menguasai seluruh pulau, ditambah Karangasem di Bali.

1838

] Pedagang Denmark, Mads Lange, membuka pos perdagangan di Kuta, Bali.

1839

Cultuur Stelsel atau Tanam Paksa menghadapi berbagai masalah. Tanda-tanda penderitaan dikalangan orang pribumi Jawa dan Sunda mulai tampak. Khususnya didaerah penanaman tebu. Pabrik-pabrik gula bersaing dengan pertanian padi untuk jatah air. Timbul paceklik dan harga beras menjadi sangat mahal.

1840

 

1840-1844

< P. Merkus – Governor General N.I.

]  Raja-raja Badung, Klungkung, Karangasem dan Buleleng di Bali menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan Belanda; para raja itu diberikan hak untuk tetap berkuasa ke dalam.

]  James Brooke mulai membangun sebuah kerajaan pribadi untuk dirinya sendiri di Sarawak.

1841

]  Belanda menarik diri dari pantai timur Sumatra di sebelah utara Palembang karena kuatir akan Britania.

1842

]  Raja Lombok menerima kekuasaan Belanda.

]  Kelaparan di Cirebon.

1843

 

1844-1845

< J. C. Reynst – Governor General N.I.

 

1845-1851

< J. J. Rochussen – Governor General N.I.

 

]  Juni, pasukan Hindia Belanda menyerang Buleleng karena menolak mengesahkan perjanjian; raja-raja lain diam-diam mendukung kekuatan-kekuatan anti-Belanda. Istana di Singaraja dihancurkan. Raja Buleleng menandatangani perjanjian penyerahan. Hindia Belanda menempatkan sebuah pos pasukan di Singaraja.

]  Ekspedisi Hindia Belanda menaklukkan Flores dari Portugis.

]  Wabah tipus merebak di Jawa.

]  Hindia Belanda menguasai Samarinda.

]  Tambang batu bara komersial pertama dibuka di Martapura, Kalimantan Selatan.

]   Pemberontakan di Banten.

1846

] Ekspedisi militer Belanda ke Nias.

1847

1848

]  Konstitusi baru di Belanda: Dewan Negara (parlemen) Belanda mempunyai kuasa atas urusan-urusan kolonial. Sebagian anggota parlemen menuntut diadakannya perubahan di tanah jajahan dan mendesak diadakannya pembaharuan liberal. Pengurangan peranan pemerintah dalam perekonomian kolonial, pembebasan terhadap pembatasan perusahaan swasta, dan diakhirinya tanam paksa.

 

]  Juni, Hindia Belanda mengirim pasukan militer ke Bali untuk menghadapi konflik yang timbul karena pemaksaan perjanjian dengan raja-raja setempat. Pasukan ini dikalahkan oleh suatu pasukan Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Jilantik di Jagaraga, dan menarik diri dari pulau itu.

]  Undang-undang, sipil dan kriminal yang diperbarui untuk Hindia Belanda diperkenalkan, dan berlaku hanya untuk keturunan Eropa saja.

]  Demonstrasi di Batavia, dipimpin oleh Baron van Hoevell (seorang pendeta Hervormd Belanda), memohon kepada Raja Belanda agar diberlakukan kebebasan pers, sekolah menengah untuk masyarakat, dan perwakilan untuk Hindia Belanda di Dewan Negara.

]  Sekolah-sekolah karesidenan untuk pendidikan dan latihan anak-anak para pemerintah dan bangsawan setempat, mulai dibuka.

1848

]  April, Militer Hindia Belanda dalam jumlah besar dikirim ke Bali. Gusti Ketut Jilantik gugur dalam pertempuran. Hindia Belanda menguasai Buleleng dan pantai utara Bali.

]  Mei Pasukan-pasukan Hindia Belanda memasuki Bali selatan untuk pertama kalinya, bergerak melalui Karangasem dan Klungkung untuk memadamkan perlawanan.

]  Raja Lombok menyerang dan merebut Karangasem.

]  Belanda menguasai penuh Palembang.

1849

]  Pemerintah Hindia Belanda melarang para misionaris Katolik memasuki daerah suku Batak di Sumatra atau Toraja di Sulawesi. Hanya para misionaris Protestan yang diizinkan masuk ke sana.

1850